Kamis, 21 Desember 2017

Bahrul Ilmi Hafal Alquran: Membawanya Umroh Ke Tanah Suci

Siapa sangka meski masih terlihat seperti anak umur kelas VII SMP, Bahrul Ilmi sudah menghafal al-quran 30 jus bil ghoib. hal ini terbukti setelah ia mengikuti wisuda yang diselenggarakan PPPA Daarul Qur’an cabang Yogyakarta bulan kemarin.
Semangat dan kemauan yang keras menghafal al-qur’an membawa Bahrul Ilmi yang kuliah di jurusan Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mendapat apresiasi dari kantor PPPA Daarul Qur’an Cabang Yogyakarta berangkat umroh bulan Januari tahun depan.
Disela padatnya jadwal kuliah Bahrul Ilmi juga sebagai seorang santri Rumah Tahfidz Zulfa Qurrrota Ayun di Kotagede Yogyakarta dari tahun 2012 sampai sekarang. Kesederhanaan menjadi cerminan hidup sehari-hari, ketika Bahrul mengayuh sepeda tuanya dari Kotagede menuju UIN Sunan Kalijaga sejauh delapan kilometer pulang pergi untuk kuliah.
Keinginannya membantu perekonomian orang tua membawa mahasiswa asal Brebes ini nyantri selama enam tahun. ''Masih ada keinginan saya untuk tetap mendoakan almarhum ayah dan ibu yang masih hidup dengan doa terbaik di tempat terbaik. Lewat 30 juz hafalan alquran, saya berharap ingin membahagiakan kedua orang tua pada suatu hari,'' tuturnya ketika ditanya lewat telfon, Selasa (19/12) kemarin.
Enam tahun sudah berjalan, 30 juz sudah dihapal, Bahrul Ilmi tidak mengira ia bakal dipanggil ke kantor PPPA Daarul Qur’an Yogyakarta untuk menerima hadiah umrah ke Tanah Suci. Tidak ada kata-kata yang terucap darinya, bibirnya kelu tidak bisa mengungkap apa-apa selain kata “Alhamdulillah…”.
Harapan Bahrul Ilmi ketika umroh akan mendoakan kedua orang tuanya di depan Ka’bah dan melancarkan hapalannya di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, antara Makkah dan Madinah yang menjadi tempat terbaik untuk setiap doa terbaik. (Khabib/humas).
http://uin-suka.ac.id/id/web/liputan/detail/144/bahrul-ilmi-hafal-alquran-membawanya-umroh-ke-tanah-suci

Kamis, 07 Desember 2017

Gowa Cemara

Beberapa waktu lalu, saya dan teman-teman yang masuk dalam organisasi CSSMoRA mengikuti acara training organization di pantai Gowa Cemara Yogyakarta. Pengalaman ke pantai pertama saya semenjak saya tinggal di Jogja, apatah lagi saya juga sangat jarang jalan-jalan di kota ini. Jadi perjalanan ini harus saya nikmati sebisa mungkin.
                Kami berangkat sekitar jam 8 pagi menggunakan bis yang lumayan besar. Saya duduk di paling depan karena ingin melihat semua pemandangan selama perjalanan. Saya sangat terpesona melihat pemandangan selama perjalanan itu.Padahal mungkin sebagian orang pemandangannya biasa saja, tapi bagi saya ini adalah pemandangan luar biasa.
                Setelah kami sampai, kami diberi waktu untuk melhat-lihat pantai sejenak sebelum mengkuti acara. Saya dan teman yang lain menuju tepi pantai, melihat laut, melihat ombak, dan menikmati angin laut yang berhembus kencang. Lalu setelahnya kami semua mengikuti acara training tersebut.
                Acara training yang kami ikuti ini berisi materi-materi yag berkaitan dengan bagaiamana sikap kami sebagai mahasiswa ke depannya, sebagai mahasiwa penerima beasiswa dari Kementrian Agama yang berarti kami ini sebagai anak negeri yang harus mengabdi pada negara, dan sebagai pribadi yang bisa memimpin, setidaknya bisa memimpin diri sendiri sebagai langkah awalnya.
                Acara training berlangsung sampai sore, lalu dilanjutkan dengan bermain beberapa games yang mengutamakan kekompakan dari setiap kelompok, setelahnya kami sama-sama menikmati pemandangan pantai di sore hari sampai matahri terbenam. Pemandangan sunset di pantai ini sangat indah sampai-sampai membuat saya teringat akan kampung halaman yang memang saya bertempat di dekat laut sehingga saya sering menikmati pemadangan matahari terbenam.
Semua agenda telah selesai, kami bergegas pulang bersama-sama. Hari itu saya sangat menikmati kebersamaan dengan teman-teman. Di perjalanan saya tidak sempat menikmati pemandangan malam karena kelelahan. Sampai hampir tiba saya tetap terditur karena sedemikian lelahnya. Namun saya sangat senang dengan perjalanan ini, selain untuk refreshing, juga sebagai pelajaran bagi saya betapa banyaknya hal indah yang kita syukuri, walaupun itu hal yang kecil sekalipun